Kegiatan Dialog Publik Forum Komunikasi Intelektual Muda Bekasi bersama Kapolres Metro Bekasi Kota


Pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 pukul 20.00 s/d 22.50 Wib bertempat di Top Inc Cafe Jl. Dewi Sartika Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi telah berlangsung kegiatan Dialog Publik Forum Komunikasi Intelektual Muda Bekasi (FORKIM) dengan tema “Peran Pemuda Dalam Mengawal Penegakan Hukum Dan Pemberantasan Korupsi” dengan Ketua panitia Sdr. Rudi Hartono.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 70 orang diantaranya dari elemen mahasiswa HMI, PMII, GMNI yang tergabung dalam parlemen mahasiswa Bekasi
Kegiatan berisi materi-materi yang diberikan oleh para narasumber yaitu :
Kompol Sigit Haryono SIK, SH selaku Kasat Narkoba menyampaikan :

  • Laporan dari masyarakat banyak dan berharap kepada pihak Kepolisian untuk melayani dan telah kita terima serta apabila yang dilaporkan bukan tindak pidana disitu bukan kewenangan dari Kepolisian.
  • Sebagai contoh laporan dari masyarakat tentang banyaknya muda mudi yang berada di kamar Apartement Center Point namun hal itu tidak bisa kita tangani karena mereka belum menikah dan masih berstatus lajang jadi tidak bisa disangkakan pasal perzinahan.
  • Hal itu yang dapat melakukannya yaitu Satpol PP dengan kegiatan Operasi Yustisi.
    KBP Dr. Indarto, SH, S.Sos, SIK, M.Si selaku Kapolres Metro Bekasi Kota menyampaikan :
  • Dalam rangka menangani unjuk rasa pihak Kepolisian sudah mempunyai protap dan SOP.
  • Situasi dilapangan dalam aksi unjuk rasa di Jakarta dan di Bekasi berbeda.
  • Untuk di Kota Bekasi penanganan unjuk rasa dilakukan secara persuasif.
  • Kultur warga masyarakat di Kota Bekasi sangat tepat jika dilakukan secara persuasif seperti mediasi, audensi.
  • Penanganan secara persuasif tetap kita kedepankan dalam penanganan unjuk rasa dan tidak diperbolehkan menggunakan peluru tajam.
  • Kejahatan adalah bagian dari penyimpangan psikis dan kejahatan banyak dipengaruhi oleh waktu dan tempat.
  • Kejahatan kerah putih dan kejahatan jalanan sangat berbeda.
  • Kejahatan kerah putih semua pelakunya kebanyakan tidak merasa dia penjahat dan pelaku mempunyai sumber daya yang tinggi.
  • Penanganan Korupsi belum berhasil namun untuk penangkapan pelaku korupsi memang sudah berhasil dilakukan.
  • Apabila kita sudah membangun sistem maka korupsi dapat ditanggulangi.
  • Sebagai pemuda harus memiliki pemikiran yang cerdas dan memiliki karakter yang bagus.
    Dr. Naupal Al Rasyid SH, MH selaku Pakar Hukum Kota Bekasi menyampaikan :
  • Hukum itu tumbuh dan berkembang dari jaman Belanda.
  • Hukum itu dari budaya Perancis namanya depari yang bahasanya sama namun tidak ditulis.
  • Hukum itu dibawa oleh Kolonial Belanda di negara Indonesia yang pada saat itu masih di jajah.
  • Kebenaran merupakan sejarah dalam ilmu pengetahuan.
  • Di negara Indonesia ada dua hukum yaitu hukum pidana dan hukum adat.
  • Seperti di papua hukum adat lebih kental pelaksanaannya di sana walaupun pelaku sudah menjalani vonis dari hukum pidana mereka juga menjalankan hukum adat.
  • Hukum itu ada hukum yang tertulis dan hukum yang tidak tertulis.
  • Para anggota DPR RI di detik detik akhir masa jabatannya harus berhati hati dalam merancang undang – undang.
  • Hukum itu adalah yang mengatur kita sebagai manusia.
  • Untuk mengurangi kejahatan itu salah satu contohnya yaitu kurangi orang miskin.
    Sdr. Faisal, SE selaku anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Golkar menyampaikan :
  • Kami dari DPRD Kota Bekasi apabila ada sistem yang dapat merubah menusia menuju lebih baik maka kami setuju.
  • Pemerintah saat ini sedang membangun sistem dari segala bidang.
  • Kita doakan yang terbaik untuk Kota Bekasi yang lebih baik.
  • Bagi saya orang koruptor itu orang bodoh.
  • Karena apabila uang dan kekayaan yang didapatnya merupakan bukan haknya maka Tuhan akan dengan mudah mengambilnya.
    Sdr. Adi Bunardi selaku Dosen menyampaikan :
  • Pemuda Intelek merupakan turut andil dalam memerdekakan Negara Indonesia.
  • Mereka itulah ikut berperang secara intelektualnya dari jaman dahulu hingga saat ini.
  • Kita harus cerdas dalam menafsirkan setiap peristiwa yang terjadi.
  • Kejadian dan peristiwa peristiwa ketakutan yang ditimbulkan kita harus melawannya.
  • Salah satunya kita harus membangun sistem yang bisa menanggulanginya.
  • Menggunakan anggaran Negara yang tidak sesuai prosedur merupakan korupsi.
  • Saya setuju penanganan korupsi di lakukan dengan pencegahan.
  • Jadi memang kita harus membangun sistem yang dapat mencegahnya.
  • Yang gagal dalam undang undang yaitu fakir miskin dan anak anak terlantar belum dilaksanakan sebagaimana mestinya.
  • Tidak boleh ada penunggang gelap yang menggunakan cara – cara demokratis.
  • Kita berdialog disini agar kita dapat menjalankan sistem sesuai dengan prosedurnya.
  • Orang yang menjalankan sistem tersebut tidak boleh menjalankannya tidak sesuai prosedural.
  • Apabila sistem sudah berjalan dengan baik maka negara Indonesia akan maju dan berkembang.
    Tanggapan dari beberapa peserta Kaum Intelektual Muda intinya menyampaikan :
  • Gerakan Mahasiswa dan pemuda kali ini murni dan jangan sampai ada elit elit politik yang menungganginya.
  • Apabila ada kasus korupsi di Kota Bekasi maka harus di ungkap.
  • Mahasiswa dan pemuda tidak salah yang salah yang membuat undang – undang.
  • Pemerintah harus sering – sering berdialog dengan mahasiswa.
  • Lakukan perubahan dengan membangun sistem dalam menanggulangi korupsi.
  • Lembaga maupun instansi yang menangani korupsi mari kita sama – sama awasi kinerjanya
Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya