Melawan Nalar dan Narasi Radikalisme di Media Sosial

KOTA BEKASI- Pada hari Senin tanggal 28 Oktober 2019 pkl. 14.25 Wib sd 16.45 Wib di D’Bhagasasi Lottemart Jl .Ir Juanda Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi berlangsung Diskusi Publik dengan tema Melawan Nalar dan Narasi Radikalisme di Media Sosial oleh PMII Kota Bekasi dihadiri lk. 50 orang penanggung jawab sdr. Khusnul.

Hadir dalam kegiatan:

  1. Kombespol DR. Indarto SH, S.Sos, SIK, Msi ( Kapolrestro Bekasi Kota)
  2. Beny Surya, SE ( Ketua KNPI Kota Bekasi )
  3. Inayatullah ( Kepala Dinas Pendidikan )
  4. Teti Handayani ( Kabid Diskominfo )
  5. James Rosidi ( SEKDISPORA )
  6. Wifah Husnul Khuluq ( Ketua PMII Kota Bekasi )

Sambutan dari Sdr. Khusnul ( Ketua PMII Kota Bekasi ):

  • Assalamualaikum wr. wb, terima kasih atas kehadiran sahabat sahabat pmii sekalian yang hadir disini, kita sama sama diskusi disini bersama orang orang yang paham akan tema kita pada siang hari ini, kita bisa bersama sama memahami apa itu memahami Melawan Nalar dan Narasi Radikalisme di Media Sosial, dan kita bisa menyaring informasi yang beredar saat ini, terutama di media sosial, kita tahu semua yang hadir disini atau sebagian besar warga indonesia pasti memiliki media sosial, facebook, twitter dan instagram atau media sosial yang lain nya,
  • kita tahu bahwa media sosial saat ini sangat cepat tersebar, bagaimana diri kita sendiri yang menangkap nya, mau di share ke orang lain atau ditampung sendiri untuk mendapatkan infromasi yang lebih akurat.

Selaku Moderator sdr. Habib akbar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Hidup Mahasiswa Kota Bekasi !!
Salam sejahtera bagi kita semua, semoga sahabat-sahabati tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin …

  • Kita mahasiswa Pmii kota bekasi mengadakan acara diskusi publik untuk mendapatkan ilmu lebih, dan bisa kita pergunakan dikehidupan mahasiswa kami,
  • Maka dari itu kami mengundang bapak ibu untuk memotivasi kami semua agar bisa lebih berpikir dengan pengalaman pengalaman yang akan nanti nya disampaikan oleh narasumber.

Sambutan dari Bpk. Idayutallah ( Kepala Dinas Pendidikan ):

  • Program acara diskusi ini sangat strategis untuk kita semua,
    Perlu kita ketahui bersama di era digital ini, ada dua hal, apabila bisa mengendalikan maka bisa menjadi generasi yang bagus dan apabila tidak bisa mengendalikan nya maka jadi tidak bagus.
  • Kita dinas pendidikan kota bekasi ada beberapa program untuk menangkali sistem radikalisme, kita mengadakan pendidikan karakter yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, kita harus satu persepsi satu tujuan agar terciptanya anak anak bangsa yang bisa mencegah media sosial yang berita nya simpangsiur.

Sambutan dari Bpk. James Rosidi ( SEKDISPORA ):

  • Assalamualaikum wr.wb, trimakasih kepada sdr. Khusnul selaku ketua pmii kota bekasi atas undangan nya pada acara diskusi publik bersama ini, banyak acara dilakukan oleh karang taruna yang diketahui dandisetujui oleh pihak dispora, saya selaku sekertaris dispora senang adanya anak anak muda sekarang yang melaksanakan acara yang bagus untuk memajukan pemuda pemudi dikota bekasi ini.

Sambutan dari Bpk. Beny Surya, SE ( Ketua KNPI Kota Bekasi ):

  • Assalamualaikum wr.wb, yang saya hormati bapak kapolres, bapak kadis, ibu teti yang mewakili diskominfo dan yang saya banggakan teman teman mahasiswa yang hadir dsini untuk membahas melawan nalar dan narasi radikalisme di media sosial.
  • Beberapa waktu ini kita dihadapi oleh masalah masalah radikalisme di indonesia ini, Nkri sudah final, sudah harga mati harus dipertaruhkan samapai hingga akhirkhayat, sudah tidak ada lagi negara khilafah, di era modern ini ingin ditimbulkan lagi, padahal sudah mati, saya yakini dikota bekasi ini tmasih ada nya paham radikalisme, sering dibully sarang terorisme, kita maklumi itu, karna beberapa penangkapan terorisme itu ada disbekasi, untung nya kita ada aparat yang mengamankan adanya terorisme.
  • Sempat terjadi dualisme knpi kota bekasi, alhamdulillah saat ini knpi kota bekasi sudah menjadi satu, kita tidak boleh gatal dan larut denga paham paham radikalisme, kita harus pandai untuk memilih informasi yang akan menghancurkan bangsa ini. Sengaja diciptakan foto dan vidio untuk menebar teror, kita harap bisa memilah mana yang hoax dan mana yang benar.

Sambutan dari Ibu Teti Handayani ( Kabid Diskominfo ):

  • Assalamualaikum wr.wb, kita bisa berkumpul bersama sama untuk membahas Melawan Nalar dan Narasi Radikalisme di Media Sosial. Sahabat sahabat sekalian yang hadir disini saya yakin semuanya memiliki media sosial, kita semua harus bijak dalam menggunakan media sosial ini, dan sebaik mungkin media sosial yang kita gunakan dapat bermanfaat untuk keluarga, saudara dan orang orang sekitar kita, kita buat secara positif dalam menggunakan status status yang ada, kita harus beretika dalam era digital ini, jangan cepat cepat terpengaruh, kita perlu uji kebenaran nya, apalagi banyak sekali editan foto dan vidio dalam media sosial,
  • Jangan menggunakan kalimat yang negatif dalam bercakap dimedia sosial, memiliki niat yang baik dan positif dapat mencegah hal hal yang tadinya hoax menjadi benar. Nalar dalam menggunakan media sosial untuk mencegah hoax di media sosial.

Sambutan dari Bpk. Kombespol DR. Indarto SH, S.Sos, SIK, Msi ( Kapolrestro Bekasi Kota):

  • Assalamualaikum wr.wb, salam sejahtera untuk kita semua. Harus diakui negara kita ini sudah dimasuki oleh radikalisme, kenapa radikalisme berbahaya,? Dia mengganggap kebenaran dikelompoknya saja bukan diluar kelompok lain, saya tidak membahas agama jadi bisa melekat dimana saja, yang kedua masalah nya adalah menggunakan kekerasan,
  • Harus perlu diketahui namanya komunitas anarco, berbasis kelompok yang penguasa dan kelompok yang dikuasi, paradigma konflik. Anarco sudah memboncengi unjuk rasa pada saat ini, dengan cara memicu keributan, saat sudah terjadi keributan kelompok ini mundur.
  • Indonesia sudah masuk Khilafah, kenapa kita tidak memberantas sampai hambis? Karna kita semua belom kuat. Saya tidak bisa berbuat apa apa jika bendera khilafah dikibarkan dan teriakan khilafah, pemerintah harus membuat tindakan tegas yang membuat gagar mereka bisa ditangkap.
    Ancaman itu nyata mengenai radikalisme ini. Betul betul dlaam penanganan radikalisme kita harus paham betul dalam penanganan dan tugas dan tindakan tegas dalam radikalisme, Saya rasakan patriotisme dalam kehidupan pemuda zaman sekarang sudah hilang, rasa cinta kepada indonesia mulai menipis, kita menghiraukan perbedaan jika berbicara tentang indonesia. Zaman dahulu sifat patriotisme orang rang dulu itu musuh nya hanya satu yaitu dari luar indonesia, tapi Sekarang ini musuh nya tidak jelas. Mari kawan kawan mudah untuk menangkal radikalisme yaitu dengan tingkatkan patriotisme dalam hidup ini dan cinta tanah air.
  • Pukul 16.45 Wib acara diskusi publik selesai. Moderator sdr. Habib akbar menutup acara dan mengucapkan terimakasih kepada narasumber dan sahabat sahabat mahasiswa yang telah hadir dalam acara diskusi publik.
Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya