Polres Bekasi Pastikan Tak Ada Calo SIM Berkeliaran

Polres Bekasi Kota memastikan tak ada calo SIM yang berkeliaran. Bahkan mereka akan memberi hadiah kepada warga yang menemukan calo.

“Yang bisa memberikan informasi soal calo, laporkan saya. Calonya saya tindak, yang memberikan info saya kasih hadiah yang menarik. Itu bentuk apresiasi aja,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto di kantornya, Jl Pramuka, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/9/2018).

Indarto memberikan garansi tersebut kepada masyarakat. Dia mengatakan sudah membuat sistem untuk benar-benar menghilangkan calo.

Saya garansi ya, tidak mungkin ada penyimpangan di Satpas kami. Sistemnya sudah saya buat sedemikian rupa, jadi tidak mungkin. Ada niat pun nggak mungkin bisa main di kami,” ujarnya.

Dia mengatakan orang yang tak berkepentingan tak dibolehkan masuk. Polres Bekasi juga memasang CCTV di banyak titik yang langsung dipantau Kapolres dan Propam. CCTV di ruang ujian juga terhubung ke Koorlantas Polri.

Polres Bekasi juga membuat layanan aduan yang bisa disampaikan masyarakat secara tertulis, lewat telepon, hingga lewat situs, medsos, dan chatting. Indarto mengatakan Polres Bekasi ingin menaikkan standar pelayanan agar bisa jadi polres percontohan.

Kita menjadi polres percontohan untuk wilayah bebas korupsi. Saya sudah katakan kepada rekan-rekan saya, standar Anda sudah bukan nggak korupsi, standar Anda itu berikan pelayanan terbaik. Jadi standarnya bagaimana masyarakat tersenyum karena pelayanan kami,” ungkapnya.

Indarto mengungkapkan ini setelah pihak Ombudsman Jakarta Raya melakukan investigasi lapangan. Sejumlah anggota Ombudsman menyebar di Satpas SIM dan mengamati pelayanan untuk memastikan tak ada percaloan di sana.

Di lokasi yang sama, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho, mengatakan pihaknya melakukan rapid assessment sejak April-Mei. Pada periode tersebut, Ombudsman masih menemukan calo.

Namun saat itu calo sudah tidak bisa masuk ke dalam Satpas SIM. Modus yang dilakukan para calo ialah dengan mengalihkan para pemohon SIM ke Cikarang dan Depok.

“Berdasarkan rapid assessment ini, Pak Kapolres langsung menghubungi kami dan melakukan pembersihan calo,” ujar Teguh.

Polres Bekasi kemudian melakukan beberapa inovasi. Salah satunya ialah memberikan latihan ujian praktik mobil dan motor setiap hari minggu pukul 09.00 WIB. Selain itu, perbaikan sistem juga dilakukan dengan materi ujian tertulis yang dimasukkan ke situs Polres Bekasi.

“Jika ini dilakukan secara konstan, maka kami ajukan ke Polda dan Kapolri untuk merekomendasikan Bekasi sebagai pilot project polres di kota. Kami berharap instansi-instansi lain bisa melakukan hal yang sama,” ujar Teguh.

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya